Laporan kinerja internet global awal 2025 menunjukkan perkembangan pesat di berbagai negara, tetapi Indonesia masih tertinggal dalam kecepatan dan akses internet. Temukan penyebab serta upaya perbaikannya di sini!
![]() |
Speedtest kecepatan internet |
Pada awal tahun 2025, berbagai laporan mengenai kinerja internet global menunjukkan adanya perkembangan signifikan di banyak negara. Kecepatan internet yang semakin meningkat, ekspansi jaringan 5G, dan inovasi dalam teknologi komunikasi menjadi indikator utama dalam laporan ini. Namun, di tengah kemajuan pesat tersebut, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan kinerja internetnya tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan global.
Perbandingan Kinerja Internet Global
Laporan terbaru dari Speedtest Global Index dan Ookla menunjukkan bahwa beberapa negara seperti Korea Selatan, Singapura, dan Jepang terus berada di peringkat atas dalam hal kecepatan dan stabilitas internet. Negara-negara ini tidak hanya memiliki infrastruktur digital yang kuat tetapi juga regulasi yang mendukung percepatan akses internet bagi masyarakatnya.
Sebagai perbandingan, kecepatan internet rata-rata di Korea Selatan mencapai lebih dari 200 Mbps untuk jaringan tetap (fixed broadband) dan sekitar 100 Mbps untuk jaringan seluler. Sementara itu, Singapura mencatat kecepatan broadband rata-rata di atas 250 Mbps, menjadikannya salah satu negara dengan internet tercepat di dunia.
Posisi Indonesia dalam Laporan Kinerja Internet Global
Menurut data terbaru, Indonesia masih tertinggal dengan kecepatan rata-rata internet broadband sekitar 30-50 Mbps dan kecepatan internet seluler berkisar 20-30 Mbps. Posisi ini masih jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai kecepatan lebih tinggi dalam layanan broadband dan seluler.
Beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan ini antara lain:
- Infrastruktur yang Belum Merata – Akses internet di Indonesia masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sementara itu, daerah terpencil dan kepulauan masih mengalami keterbatasan akses.
- Harga Layanan Internet yang Relatif Mahal – Dibandingkan dengan negara tetangga, biaya langganan internet di Indonesia masih cukup tinggi dengan kualitas yang belum maksimal.
- Regulasi dan Birokrasi – Proses perizinan pembangunan infrastruktur digital masih menghadapi kendala yang memperlambat pengembangan jaringan.
- Pemanfaatan Teknologi yang Masih Terbatas – Adopsi teknologi terbaru seperti jaringan 5G belum merata, dan penggunanya masih terbatas pada wilayah tertentu.
Upaya Pemerintah dan Industri untuk Meningkatkan Kinerja Internet
Menyadari tantangan ini, pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan akses internet. Beberapa program yang sedang dijalankan antara lain:
- Pembangunan Infrastruktur Palapa Ring: Proyek ini bertujuan untuk memperluas jaringan internet hingga ke pelosok negeri agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses internet yang lebih baik.
- Ekspansi Jaringan 5G: Meskipun masih dalam tahap awal, pengembangan jaringan 5G di Indonesia terus diupayakan agar dapat dinikmati lebih luas.
- Subsidi Internet untuk Wilayah Terpencil: Pemerintah bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan internet untuk menghadirkan paket internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat di daerah tertinggal.
- Investasi Swasta dalam Industri Telekomunikasi: Sejumlah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia terus melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan mereka.
Masa Depan Internet Indonesia
Dengan berbagai tantangan yang ada, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan dalam hal konektivitas digital. Pengembangan infrastruktur, kebijakan yang mendukung, serta investasi dalam teknologi baru menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan kualitas internet di tanah air.
Apabila langkah-langkah yang telah dirancang dapat diterapkan dengan efektif, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara dalam hal kinerja internet. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada sektor ekonomi digital, pendidikan, dan berbagai industri lainnya yang bergantung pada konektivitas internet.
Kesimpulan
Laporan kinerja internet global awal 2025 menunjukkan bahwa meskipun banyak negara mengalami peningkatan signifikan dalam akses dan kecepatan internet, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas konektivitas digitalnya. Pemerintah dan industri telekomunikasi harus terus berkolaborasi untuk mengatasi kendala infrastruktur, harga layanan, serta regulasi agar Indonesia tidak semakin tertinggal dalam era digital ini. Dengan komitmen yang kuat, masa depan internet Indonesia dapat lebih cerah dan kompetitif di tingkat global.