![]() |
Ilustrasi: Windows 11 |
Windows 11 hadir dengan berbagai fitur keamanan canggih, tetapi pengguna tetap perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi sistem dari ancaman siber. Dalam panduan ini, kami akan membagikan tips terbaik untuk meningkatkan keamanan di Windows 11, mulai dari pengaturan bawaan hingga praktik terbaik yang direkomendasikan oleh ahli keamanan.
1. Aktifkan Windows Defender (Microsoft Defender Antivirus)
Windows 11 dilengkapi dengan Microsoft Defender Antivirus yang kuat. Untuk memastikannya berjalan optimal:
- Buka Settings > Privacy & Security > Windows Security.
- Pilih Virus & Threat Protection dan pastikan perlindungan real-time aktif.
- Lakukan scan berkala untuk mendeteksi malware.
🔹 Tips Tambahan:
- Aktifkan Cloud-Delivered Protection dan Automatic Sample Submission untuk perlindungan berbasis AI.
- Gunakan Microsoft Defender Firewall untuk memblokir akses tidak sah.
2. Perbarui Sistem Secara Berkala
Microsoft merilis pembaruan keamanan secara rutin untuk menutupi kerentanan. Pastikan Windows 11 selalu up-to-date:
- Buka Settings > Windows Update.
- Klik Check for Updates dan instal semua pembaruan tersedia.
- Aktifkan Automatic Updates untuk menghindari kelalaian.
⚠ Penting: Pembaruan tidak hanya meningkatkan fitur tetapi juga memperbaiki celah keamanan kritis.
3. Gunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)
Password saja tidak cukup! Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) untuk akun Microsoft Anda:
- Kunjungi account.microsoft.com/security.
- Pilih Advanced Security Options dan aktifkan Two-Step Verification.
Gunakan aplikasi authenticator (Google Authenticator/Microsoft Authenticator) atau SMS verification.
🔐 Keamanan Tambahan:
- Gunakan Windows Hello (pemindai wajah/sidik jari) untuk login lebih aman.
4. Manfaatkan BitLocker untuk Enkripsi Data
Jika perangkat Anda hilang atau dicuri, BitLocker mencegah akses tidak sah ke data:
- Buka Control Panel > BitLocker Drive Encryption.
- Pilih drive yang ingin dienkripsi dan ikuti petunjuk.
- Simpan recovery key di lokasi aman (jangan di PC yang sama!).
💡 Catatan: BitLocker tersedia di Windows 11 Pro/Enterprise, bukan versi Home.
5. Batasi Izin Aplikasi & Akses Data
Banyak aplikasi meminta izin berlebihan. Batasi akses dengan:
- Buka Settings > Privacy & Security.
- Tinjau izin seperti Lokasi, Kamera, Mikrofon, dan File System.
- Nonaktifkan izin yang tidak diperlukan.
🚫 Hindari: Menginstal aplikasi dari sumber tidak tepercaya. Gunakan Microsoft Store jika memungkinkan.
6. Gunakan Sandbox untuk Testing Aplikasi Berisiko
Windows 11 memiliki Windows Sandbox, lingkungan virtual terisolasi untuk menjalankan aplikasi mencurigakan:
- Aktifkan melalui Turn Windows Features On or Off (cari "Sandbox").
- Buka Start Menu > Windows Sandbox untuk menjalankannya.
✅ Keuntungan: Jika aplikasi mengandung malware, sistem utama tetap aman.
7. Nonaktifkan Fitur yang Tidak Diperlukan (RDP, SMBv1)
Beberapa fitur jaringan bisa menjadi celah keamanan:
- Remote Desktop (RDP): Nonaktifkan jika tidak dipakai (Settings > System > Remote Desktop).
- SMBv1: Protokol lama yang rentan, matikan via Turn Windows Features On or Off.
8. Backup Data Secara Rutin
Serangan ransomware bisa menghapus data penting. Lakukan backup dengan:
- OneDrive: Simpan file penting di cloud.
- File History: Buka Settings > Update & Security > Backup.
- External Drive: Gunakan hard drive eksternal untuk cadangan offline.
9. Waspada Terhadap Phishing & Social Engineering
Banyak serangan berasal dari email/link mencurigakan:
- Jangan klik link dari pengirim tidak dikenal.
- Periksa alamat email pengirim (misal: support@microsoft.com vs support@micros0ft.com).
- Gunakan SmartScreen Filter (aktif di Windows Security > App & Browser Control).
10. Monitor Aktivitas dengan Windows Security & Event Viewer
Pantau aktivitas mencurigakan melalui:
- Windows Security: Cek Protection History untuk ancaman terdeteksi.
- Event Viewer (cari di Start Menu): Lacak log sistem untuk aktivitas tidak biasa.
Kesimpulan
Dengan menerapkan 10 tips keamanan Windows 11 di atas, Anda bisa meningkatkan perlindungan sistem secara signifikan. Selalu update software, hindari aplikasi tidak resmi, dan gunakan autentikasi kuat untuk mencegah serangan siber.